Inilah Diriku di Mata Keluarga Keluarga dan Kontribusiku Untuk Negeri



Inilah Diriku di Mata Keluarga Keluarga dan Kontribusiku Untuk Negeri

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh… 

Bissmillahirakhmanirrahim…

Keluarga selalu menjadi prioritas setiap orang. Hampir semua orang pasti memiliki cita-cita yang sama, yakni bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga, terlebih untuk kedua orangtua, baik dalam bentuk materi maupun dukungan moral. Dalam perjalanan hidup saya, saya selalu menjadikan keluarga menjadi prioritas utama saya.
Bagi orangtua saya, saya adalah anak perempuan keduanya yang bisa mereka andalkan dan banggakan, yang selalu mereka berikan semangat, cinta, dan doa setiap harinya. Bagi kakak laki-laki saya, saya adalah adik perempuannya yang setiap hari pergi pagi pulang malam dan jarang berbicara. Dan bagi adik perempuan saya, saya adalah seorang kakak yang tegas. Yang selalu menuntutnya untuk belajar dengan giat setiap harinya. Ibu saya adalah seorang pedagang kecil yang setiap harinya berjualan pakaian dan peralatan rumah tangga, sedangkan ayah saya adalah korban pemberhentian kerja yang saat ini bekerja sebagai tukang ojek. Kakak laki-laki saya hanyalah seorang lulusan sekolah menengah atas yang saat ini bekerja sebagai buruh dan adik perempuan saya masih duduk di kelas enam sekolah dasar.

Melihat kenyataan ini dan berbagai pembelajaran hidup yang saya terima, saya belajar untuk membangun impian lebih awal sejak masih duduk di bangku sekolah dan berusaha lebih keras untuk menggapainya dibanding anak lainnya. Kesulitan ekonomi yang keluarga saya hadapi tidak pernah mematahkan semangat saya untuk terus menuntut ilmu lebih tinggi agar nantinya bisa mencapai cita-cita yang saya inginkan, yakni membangun Indonesia lewat jalur pendidikan.
Indonesia dikenal dengan negara kepulauan terbesar dengan kekayaan alam yang begitu besar. Sebagai salah satu dari sekitar 237 juta penduduk Indonesia, saya merasa sudah seharusnya saya mengambil sedikit peran untuk berkontribusi membangun negeri ini. Saat ini saya tengah menempuh pendidikan Sarjana di Universitas Negeri Jakarta dengan program studi Pendidikan  Ekonomi.
Semasa kuliah ini, saya pernah aktif dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Prodi Ekonomi & Administrasi sebagai staff Administrasi dan Kesekretariatan. Keaktifan di organisasi ini mengasah kemampuan saya dalam kepemimpinan dan membangun inisiatif-inisiatif untuk mengambil tindakan nyata dalam merespon permasalahan sosial dan pendidikan di tingkat lokal, provinsi, dan nasional. Selain dalam organisasi, saya juga pernah menjadi staff kependidikan di PAUD yang terletak di dekat rumah pada libur panjang kuliah. PAUD ini sebenarnya adalah sekolah yang dibangun dari bantuan warga sekitar dan dinas pendidikan Kota Bekasi. Namun, dalam perjalanannya, sekolah ini kurang mendapat perhatian dari warga sekitar maupun dinas pendidikan sehingga keadaan sekolah ini pun sedikit memprihatinkan. Sebagai mahasiswa dengan program studi kependidikan, saya tergerak untuk memberikan kontribusi saya yang terbilang kecil untuk membantu berjalannya PAUD tersebut.
Saat ini, dengan peran saya sebagai mahasiswa, saya berusaha untuk terus meningkatkan prestasi dan kompetensi agar kedepannya setelah saya lulus, saya bisa menjadi guru yang nantinya bisa mewujudkan harapan Indonesia tahun 2045 untuk memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Bila saya berkesempatan mendapatkan Beasiswa Bazma Pertamina saya yakin bisa mendapatkan lebih banyak kemudahan dalam mencapai cita-cita yang saya inginkan karena saya tidak perlu lagi merasa kesulitan perihal biaya pendidikan. Dan juga, Beasiswa Bazma Pertamina memiliki beragam program pengembangan diri, kesempatan menjadi sukarelawan di Yayasan Bazma Pertamina, serta kegiatan lainnya yang saya yakini dapat mengaktualisasi diri saya menjadi pribadi yang lebih baik apabila saya terpilih.

Komentar